Saturday, August 26, 2017

Ketika berdoa membuatmu lebih tenang

Saya bukan seorang pendoa yang baik. Ketika hidup memberikan saya masalah, kecenderungan saya adalah larut dalam masalah itu dan malas untuk berdoa. Karena menurut saya, semua masalah yang terjadi itu karena kelalaian saya, dan saya malu kalau harus berhadapan dengan Sang Empunya kehidupan. Bahkan untuk sekedar mengucap syukur ketika bangun pagi terkadang mulut begitu berat. 

Harus saya akui, ketika saya malas berdoa, yang ada justru bukanlah keadaan yang tambah membaik. Justru hal tersebut jadi celahnya si jahat untuk membuat kondisi hati semakin kacau. Saya ingat dulu saya pernah dapat nilai jelek waktu kuliah karena saya malas belajar, lalu (dengan labilnya) update status di Facebook tentang kondisi saya yang malu sama Tuhan karena tidak bertanggung jawab atas studi yang saya ambil. Lalu seorang teman saya mengomentari status saya kira-kira demikian,"Jangan mau diintimidasi oleh yang jahat. Kalau memang kamu salah, ya minta ampun sama yang Di Atas." Saya mengiyakan dalam hati dan malamnya, saya berdoa. Saya lupa bagaimana selanjutnya kabar studi saya tersebut, tapi saat itu yang saya tangkap adalah, berdoa membuat saya lebih tenang.

Hal tersebut sampai saat ini terus menerus saya ingat. Bahkan ketika saya kembali "tegar tengkuk" tidak mau berdoa, saya kembali mengingat perkataan kawan lama saya itu. Seperti yang terjadi pagi ini. Saya bangun dengan perasaan yang kurang enak karena beberapa hari ini mimpi random dan itu mempengaruhi mood saya beberapa hari ini. Saya tau mimpi random itu muncul karena pikiran saya yang ngalor ngidur karena beberapa persoalan yang menghampiri akhir-akhir ini. Bangun tadi pagi saya enggan langsung saat teduh. ketika buka mata saya cuma bilang "Makasih Tuhan buat hari ini." tapi tidak langung berdoa, saya malah buka instagram, facebook dan browsing-browsing. Lalu yang ada kondisi hati saya makin ga karuan. Lalu dalam posisi masih di tempat tidur saya duduk, dan tiba-tiba menangis. Lalu dengan tersedu-sedu saya melipat tangan dan berdoa. Ketika mengucapkan amin, saya melihat jam dan saya menyadari cukup lama saya berdoa, kira-kira 1 jam. I feel better, sudah melawan rasa enggan saya untuk berdoa. Dan saya lebih tenang. Saya melanjutkan saat teduh dan merasa hari ini sungguh amat baik untuk diawali. Bukan karena saya berdoa minta ini-itu dan berharap Tuhan akan mengabulkannya, tapi saya senang sudah ngobrol banyak sama Dia. Mungkin terkesan sederhana, tapi saya percaya ketika berdoa membuatku tenang, itu bukan karena rangkaian kata-kata yang saya panjatkan tapi tangan Tuhan memeluk saya dalam doa saya. Meski bukanlah doa yang sempurna, tapi Dia mendengarkan. Dan berdoa dengan penuh iman, apapun yang didoakan pasti akan mendatangkan kebaikan. Bukan menjadikan doa sebagai sarana merengkek karena kemauan tidak terpenuhi, tapi menjadikan doa sebagai sarana yang mengubah sikap hati kita yang tidak berkenan bagiNya.

Terima kasih Tuhan untuk pelukan hangatMu hari ini :) 

No comments:

Post a Comment