Wednesday, September 05, 2012

Less than 6 hours any....more.

Kalau boleh diizinkan, sebenarnya tidak mau bertambah usia. Saya suka usia belasan! Entah kenapa mendengar kepala 2, jantung saya tidak pernah lebih santai berdetaknya. Gosh! 20 tahun? Kemudian 21, 22, 23, 24, blablabla... hah! 30 tahun? Oke, ini ketakutan saya. Bertambah usia and it means... bertambah tua. Saya tidak suka bertambah tua, jujur. Bahkan di saat saya saat ini sudah menginjak tingkat 3 bangku kuliah, saya tidak suka dipanggil 'kakak' oleh adik angkatan. Kenapa? Ya itu tadi, saya tidak merasa tua kok, dipanggil kakak? Huh. Mungkin juga karena saya anak 'bontot' di rumah dan biasa dipanggil adik, jadi saya tidak merasa kalau dipanggil 'yang bukan adik'.

Tapi terlepas dari semua hal yang saya sebutkan di atas, tidak bisa dihindari, bertambah tua itu perlu. Kenapa? Itu menandakan bahwa kita bertumbuh. Bukan hanya badan saja yang mengalami pertumbuhan, tapi secara tidak langsung kita mengalami fase-fase transisi, di mana kita bukan lagi remaja, melainkan dewasa. Dewasa. Untuk hal yang satu ini, jantung saya kembali tidak santai saat berdetak. Sebenarnya bukan masalah usia, karena dewasa tidak bisa diukur lewat usia. Contohnya saya, usia hampir 20 tahun begini (katanya sih) masih terlihat seperti anak kecil. Masih suka ngambek kalau permintaannya tidak dituruti, masih suka 'lasak' kalau didepan umum (misalnya jejingkrakan ketika sedang menunggu antrian. Oke, ini terlalu kanak-kanak.), masih suka kalau disuruh sama yang lebih tua bilangnya,"GAMAUK!", masih suka keras kepala, masih suka males makan dengan harapan biar makannya disuapin, masih suka....ah, sudahlah. Aib saya terlalu banyak sepertinya :p

Itu saya, ya saya, yang usianya genap 20 tahun beberapa jam lagi. Oke, cerita soal ulang tahun, entah kenapa saya sangat senang dengan tanggal ulang tahun saya. 6 September, mungkin tidak ada angka cantik tertera di dalamnya selain angka 6 yang kalau dibalik jadi angka 9. Saya suka karena...menurut saya September itu bulan yang indah, selain bulan Desember ya. Saya berpikir bulan September adalaEh awal dari bulan-bulan akhir tahun yang penuh penantian. Di satu sisi, ketika melihat tanggal 1 September, langsung teringat ulangtahun sendiri. Di sisi lain ada harap-harap cemas menanti Natal yang semakin cepat. Dan saya benar-benar menikmati masa 'harap-harap cemas' itu! Benar-benar mengasyikkan :D

Selain itu ulang tahun saya bertepatan dengan ulangtahun PELKAT-PA (Pelayanan Kategorial-Pelayanan Anak) di gereja saya. Dan saya suka ngeles dengan bilang,"Ya kan aku lahirnya sama kayak PA, wajar dong kalau masih kayak anak-anak." :p

Dan ada yang lebih membuat hati saya lebih girang, yaitu saya lahir TEPAT di hari MINGGU. :) Loh ada yang spesial dengan hari Minggu? Menurut saya sangat spesial! Karena itu adalah hari dimana semua makhluk ciptaan Tuhan beristirahat setelah 6 hari lamanya bekerja. Saya benar-betnar merasa disambut untuk lahir ke dunia ini karena semua orang sampai rela libur dari rutinitas sehari-hari mereka (oke, ini yang lebay & terlalu kanak-kanak lagi). Yeah, itu kan hanya anggapan saya saja, memang ngaco tapi membuat saya cukup pede menamai diri saya 'Sunday Girl' hahahaha *abaikan*

Baiklah, terlepas dari itu semua, bukan itu intinya. Setiap tahun ketika usia saya bertambah saya selalu berpikir bahwa,"Ini kabar bahagia atau bukan, ya?" "Saya harus senang atau sedih. ya?" Saya benar-benar sedih mendapati diri saya menghabiskan usia yang sebelumnya dengan hal-hal yang menjadikan saya tidak lebih baik. Jadi ketika saya ulangtahun, saya justru sedih merenungi semuanya itu.

Maka dari itu, satu harapan saya ketika memasuki dunia 20 tahun adalah.. DEWASA. Loh, katanya dewasa tidak terkait usia, kalau begitu kenapa tunggu 20 tahun untuk jadi dewasa? Oke, memang kedewasaan tidak ditentukan oleh usia, tapi saya menganggap bahwa ketika kita bertambah usia dan semakin banyak beban yang kita emban, dan itu semua menuntut kedewasaan. Contohnya saja, setahun lagi saya skripsi, bila saya tetap dengan tingkah pola layaknya anak SD begini bagaimana mungkin saya dapat menyelesaikan skripsi dan lulus dengan nilai yang baik? Seperti halnya pohon, semakin tinggi, semakin kencang anginnya. Bila saya masih memiliki batang muda, bagaimana mungkin saya dapat melawan angin yang kencang. Butuh batang dan juga akar yang kuat, dan itulah unsur kedewasaan tersebut.

Saya tidak minta kedewasaan datang begitu saya dari Tuhan, tapi itu proses. Saya yakin ketika kita meminta kedewasaan dari Bapa, dia memang tidak langsung memberikannya cuma-cuma dan simsalabim! Kita berubah menjadi orang yang dewasa dalam hitungan detik. Bukan, tapi saya yakin Bapa memberi saya pelajaran hidup yang dapat melatih kedewasaan saya. Dengan demikian proses lah yang menjadikan kita dewasa. 

Bukan ulangtahunnya yang penting, tapi bagaimana penyertaan Tuhan begitu luar biasa dalam hidup saya. Selama hampir 20 tahun ini, Tuhan beri saya banyak pelajaran berharga. Ada banyak masa-masa kelabu dalam hidup saya, mulai dari bandel-bandelnya jaman SMP & SMA, sampai saat itu...entahlah masih dikatakan bandel atau tidak, tapi saya merasakan didikan Tuhan yang cukup keras melalui kebandelan saya tempo dulu. Tuhan Yesus sangat baik. Dia bukan hanya baik, tapi juga adil karena mau memberikan pelangi setelah hujan kelabu itu.

Banyak harapan saya untuk usia ke 20 tahun ini. Tapi terlepas dari itu semua, saya mau semakin mencintai Yesus dalam setiap aspek kehidupan saya. MEMPRIORITASKAN BAPA. Itu yang harus dan semakin saya terapkan dalam menjalani hidup ini. Sehingga ketika saya mengakhiri usia 20 dan memasuki usia ke 21, tidak lagi hanya sekedar bersedih karena wishlist-wishlist tidak terpenuhi (contoh: pengen kurus) tapi dapat dengan senang hati mereview hari-hari yang banyak saya lewati dengan Tuhan.

Akhir kata, selamat menjelang usia 20 tahun, Tasya! :)

No comments:

Post a Comment