Me with my big bro, David (left), and my big sis, Dessy (right) wish you a very very berry merry christmas!! Let's spread spirit and joy of God! :)
Saturday, December 29, 2012
A Very Berry Merry Christmas
Happy belated birthday my Heavenly Father, Jesus Christ. I know all I want for christmas aren't new clothes, shoes, bags, decorating my christmas tree, or eating much christmas cookies that my mom made. The best and real christmas present is You. Thank You, Dad. I love You more :)
Thursday, September 20, 2012
"I can't not love you.."
Jam dinding kamar saya menunjukkan pukul 02.55 AM saat saya mulai mengetik kalimat pertama pada postingan saya kali ini. Dan saya masih terjaga di saat semua orang sibuk dengan mimpinya masing-masing. Hmmm, what is going on, Tasya? Mungkin suatu kesalahan ketika saya memutuskan untuk hibernasi selama kurang lebih 4 jam (dari pukul 3 s/d 7 malam) dan menyebabkan mata saya tetap 'on' sampai pada saat ini. Sooo, what to do? Saya dengan segala keisengan saya tiba-tiba saya membuka laptop, searching sana-sini dan berakhir dengan membuka Google dan mengetik "what Jesus wants me to do". Dari result yang ditampilkan saya tertarik membuka salah satu diantaranya yang memiliki judul "21 Things Jesus Wants Every Sinner to Know...Right Now" dan mendapati 21 point yang benar-benar membuat saya semakin kagum padaNya. Here are the 21 things..
- You are my beloved. (Eph. 5:1)
- I knew you before you were born. As my hands formed you, I whispered purpose into your bones. I can’t not love you. (Ps. 139:1-6)
- I love you beyond human reason—even at your very worst, steeped in sin. (Rom. 5:8)
- My love is contrary to all you know of “love.” I Love you “even though” and “deeper still.” My love reaches, pursues, remains. (Ps. 36:5)
- My Love for you won’t walk out, fail, or ever come to an end. (Deut. 31:8)
- No matter what you’ve heard or what you’ve come to believe, there’s nothing that can separate you from my Love. (Rom. 8:38-39)
- I am not like people. So please—don’t put human words in my mouth or apply human behaviors to my character. You will miss me altogether. (Isaiah 55:8)
- I’ve never ignored you. I’ve been here all along. Protecting. Loving. Waiting. (Ps. 56:8)
- Your love of _____ (sin) isn’t worth eternity. I will break your chains. I will give you the desires of your heart. (Jn. 8:32, Ps. 37:4)
- Please forgive some of my followers. People—even Christian people—will fail you. You live in a fallen land, where no one is perfect and all need My grace. Put your faith and trust in Me alone. (Psalm 146:3)
- There’s no sin I will not forgive. You are the “whosoever believes in me” whom I will give eternal life . . . if you believe. (John 3:16)
- As resourceful and brilliant as you are, you cannot save yourself. It’s by God’s grace and faith in Me alone that you are saved. (Eph 2:8-9)
- I understand your pain and heartbreak. And my heart breaks with you. (Is. 53:3)
- There’s nowhere you can go where my Love won’t find you. (Psalm 139:7-8)
- The shame and guilt weighs you down has been taken care of on the cross. Your bill has been zeroed out. (John 3:16)
- The addictions. The pride. The selfishness. The hate. The lust. The jealousy. The critical spirit. The greed. I can heal it. All of it. You can start fresh. Today. (Rom. 8:1-4)
- I will forgive you. But only if you ask. And I care more about the “ask” than I do about the sin. (Acts 3:19)
- I will not force you to do or be anything. I want a relationship with you more than I want torule over you. (Jeremiah 31:3)
- I will forgive your sin and I will forget it. That’s right—completely erase it from my mind. No replays, no record. Gone. (Ps. 103:12)
- It’s never too late to turn your life around. I came to give second chances. (Luke 23:42-43)
- I love you. Let’s talk. (Jer. 29:13)
These points are so touching my heart... and it closed with a sentence,"Which of these verses is speaking to your heart right now?"
Sangat luar biasa. Saya tahu Allahku memang luar biasa. Dan saya terkagum akan kasih Allah yang begitu luar biasa atas saya dan kamu semuanya. Sekalipun sebagai manusia yang telah diselamatkan, natur kita tidaklah lagi menjadi 'sinner', namun orang yang masih berkubung dalam dosa pun Tuhan kasihi, ampuni, dan Tuhan rindu untuk berbicara. Allah memang tidak pilih kasih, dan kasihnya pun tak terbatas untuk kita semua. Saya sangat menyuikai point ke-2 yang berisi "I can't not love you", membaca kalimat ini, saya lega. Sangat lega ketika kembali diingatkan akan kasih Tuhan Yesusku yang luar biasa itu. Ia tidak bisa untuk tidak mencintai saya. Saya tahu ini bukan gombal, Allahku tulus mencintai saya apa adanya, sekalipun saya yang sering berbuat dosa ini. So, which of these verses is speaking to your heart right now? :)
sumber: stickyJesus.com
sumber: stickyJesus.com
Wednesday, September 05, 2012
Less than 6 hours any....more.
Kalau boleh diizinkan, sebenarnya tidak mau bertambah usia. Saya suka usia belasan! Entah kenapa mendengar kepala 2, jantung saya tidak pernah lebih santai berdetaknya. Gosh! 20 tahun? Kemudian 21, 22, 23, 24, blablabla... hah! 30 tahun? Oke, ini ketakutan saya. Bertambah usia and it means... bertambah tua. Saya tidak suka bertambah tua, jujur. Bahkan di saat saya saat ini sudah menginjak tingkat 3 bangku kuliah, saya tidak suka dipanggil 'kakak' oleh adik angkatan. Kenapa? Ya itu tadi, saya tidak merasa tua kok, dipanggil kakak? Huh. Mungkin juga karena saya anak 'bontot' di rumah dan biasa dipanggil adik, jadi saya tidak merasa kalau dipanggil 'yang bukan adik'.
Tapi terlepas dari semua hal yang saya sebutkan di atas, tidak bisa dihindari, bertambah tua itu perlu. Kenapa? Itu menandakan bahwa kita bertumbuh. Bukan hanya badan saja yang mengalami pertumbuhan, tapi secara tidak langsung kita mengalami fase-fase transisi, di mana kita bukan lagi remaja, melainkan dewasa. Dewasa. Untuk hal yang satu ini, jantung saya kembali tidak santai saat berdetak. Sebenarnya bukan masalah usia, karena dewasa tidak bisa diukur lewat usia. Contohnya saya, usia hampir 20 tahun begini (katanya sih) masih terlihat seperti anak kecil. Masih suka ngambek kalau permintaannya tidak dituruti, masih suka 'lasak' kalau didepan umum (misalnya jejingkrakan ketika sedang menunggu antrian. Oke, ini terlalu kanak-kanak.), masih suka kalau disuruh sama yang lebih tua bilangnya,"GAMAUK!", masih suka keras kepala, masih suka males makan dengan harapan biar makannya disuapin, masih suka....ah, sudahlah. Aib saya terlalu banyak sepertinya :p
Itu saya, ya saya, yang usianya genap 20 tahun beberapa jam lagi. Oke, cerita soal ulang tahun, entah kenapa saya sangat senang dengan tanggal ulang tahun saya. 6 September, mungkin tidak ada angka cantik tertera di dalamnya selain angka 6 yang kalau dibalik jadi angka 9. Saya suka karena...menurut saya September itu bulan yang indah, selain bulan Desember ya. Saya berpikir bulan September adalaEh awal dari bulan-bulan akhir tahun yang penuh penantian. Di satu sisi, ketika melihat tanggal 1 September, langsung teringat ulangtahun sendiri. Di sisi lain ada harap-harap cemas menanti Natal yang semakin cepat. Dan saya benar-benar menikmati masa 'harap-harap cemas' itu! Benar-benar mengasyikkan :D
Selain itu ulang tahun saya bertepatan dengan ulangtahun PELKAT-PA (Pelayanan Kategorial-Pelayanan Anak) di gereja saya. Dan saya suka ngeles dengan bilang,"Ya kan aku lahirnya sama kayak PA, wajar dong kalau masih kayak anak-anak." :p
Dan ada yang lebih membuat hati saya lebih girang, yaitu saya lahir TEPAT di hari MINGGU. :) Loh ada yang spesial dengan hari Minggu? Menurut saya sangat spesial! Karena itu adalah hari dimana semua makhluk ciptaan Tuhan beristirahat setelah 6 hari lamanya bekerja. Saya benar-betnar merasa disambut untuk lahir ke dunia ini karena semua orang sampai rela libur dari rutinitas sehari-hari mereka (oke, ini yang lebay & terlalu kanak-kanak lagi). Yeah, itu kan hanya anggapan saya saja, memang ngaco tapi membuat saya cukup pede menamai diri saya 'Sunday Girl' hahahaha *abaikan*
Baiklah, terlepas dari itu semua, bukan itu intinya. Setiap tahun ketika usia saya bertambah saya selalu berpikir bahwa,"Ini kabar bahagia atau bukan, ya?" "Saya harus senang atau sedih. ya?" Saya benar-benar sedih mendapati diri saya menghabiskan usia yang sebelumnya dengan hal-hal yang menjadikan saya tidak lebih baik. Jadi ketika saya ulangtahun, saya justru sedih merenungi semuanya itu.
Maka dari itu, satu harapan saya ketika memasuki dunia 20 tahun adalah.. DEWASA. Loh, katanya dewasa tidak terkait usia, kalau begitu kenapa tunggu 20 tahun untuk jadi dewasa? Oke, memang kedewasaan tidak ditentukan oleh usia, tapi saya menganggap bahwa ketika kita bertambah usia dan semakin banyak beban yang kita emban, dan itu semua menuntut kedewasaan. Contohnya saja, setahun lagi saya skripsi, bila saya tetap dengan tingkah pola layaknya anak SD begini bagaimana mungkin saya dapat menyelesaikan skripsi dan lulus dengan nilai yang baik? Seperti halnya pohon, semakin tinggi, semakin kencang anginnya. Bila saya masih memiliki batang muda, bagaimana mungkin saya dapat melawan angin yang kencang. Butuh batang dan juga akar yang kuat, dan itulah unsur kedewasaan tersebut.
Saya tidak minta kedewasaan datang begitu saya dari Tuhan, tapi itu proses. Saya yakin ketika kita meminta kedewasaan dari Bapa, dia memang tidak langsung memberikannya cuma-cuma dan simsalabim! Kita berubah menjadi orang yang dewasa dalam hitungan detik. Bukan, tapi saya yakin Bapa memberi saya pelajaran hidup yang dapat melatih kedewasaan saya. Dengan demikian proses lah yang menjadikan kita dewasa.
Bukan ulangtahunnya yang penting, tapi bagaimana penyertaan Tuhan begitu luar biasa dalam hidup saya. Selama hampir 20 tahun ini, Tuhan beri saya banyak pelajaran berharga. Ada banyak masa-masa kelabu dalam hidup saya, mulai dari bandel-bandelnya jaman SMP & SMA, sampai saat itu...entahlah masih dikatakan bandel atau tidak, tapi saya merasakan didikan Tuhan yang cukup keras melalui kebandelan saya tempo dulu. Tuhan Yesus sangat baik. Dia bukan hanya baik, tapi juga adil karena mau memberikan pelangi setelah hujan kelabu itu.
Banyak harapan saya untuk usia ke 20 tahun ini. Tapi terlepas dari itu semua, saya mau semakin mencintai Yesus dalam setiap aspek kehidupan saya. MEMPRIORITASKAN BAPA. Itu yang harus dan semakin saya terapkan dalam menjalani hidup ini. Sehingga ketika saya mengakhiri usia 20 dan memasuki usia ke 21, tidak lagi hanya sekedar bersedih karena wishlist-wishlist tidak terpenuhi (contoh: pengen kurus) tapi dapat dengan senang hati mereview hari-hari yang banyak saya lewati dengan Tuhan.
Akhir kata, selamat menjelang usia 20 tahun, Tasya! :)
Monday, August 06, 2012
It Is Not The End
Happy Monday, fellas! I have the news for you. As I told you on my previous blogpost, I go back to Bandung on August 1st. But in fact, now I'm still at Batam! Whoa, why? It's too long to be told, the conclution is...I'm still at my schweety hometown until August 20th. Yay! :D
By the way, I miss my room in Bandung. I miss my college friend, and PMK for sure. I miss them so much bad, urghhh. So sad that I can't join 'Weekend Pengurus' on 2rd, 3rd, and 4th of August because I'm still in Batam :(
I miss my Ciko a.k.a Kid Leader, my Feby a.k.a Black Pearl, my Ruth a.k.a Ice Princess, my Prisca a.k.aTaekwondo Queen, and my Eno a.k.a Maknae (not in the photo). They're my half.
By the way, I miss my room in Bandung. I miss my college friend, and PMK for sure. I miss them so much bad, urghhh. So sad that I can't join 'Weekend Pengurus' on 2rd, 3rd, and 4th of August because I'm still in Batam :(
I miss my Ciko a.k.a Kid Leader, my Feby a.k.a Black Pearl, my Ruth a.k.a Ice Princess, my Prisca a.k.aTaekwondo Queen, and my Eno a.k.a Maknae (not in the photo). They're my half.
Sunday, July 22, 2012
Happiest Sunday
Hello, cupcakes! There’s something special about this day. Noooo, it’s not only because of holiday, but today is Sun-day! Yay! You know what I mean, Batam the hot is not permission old (terjemahan harafiah: Batam panasnya ga pake permisi dulu. :p). Batam is sooo hot and until now my activity is just staying in my room with AC-ed. Yesssss, it’s Sunday and Sunny-day and Lazy-day! :p
By the waaaay, I want to share about my experiences during holiday. FYI, this is the 4th Sunday since I’m in Batam. I aaaaaalwaaaaaayyyysss love Sunday, not just because this is the laziest-day-in-the-earth, but I just liked it. I don’t really know, maybe because I was born on Sunday. But I think it’s not relationship (terjemahan harafiah: gak ada hubungannya). Hmmmm *thinking hard (berpikir keras)* Oh okay I give up (melambaikan tangan ke kamera). I just liked Sunday, like I like ice cream. Yeah, maybe this is the most rational reason.
Talking-talking (ngomong-ngomong) about Sunday, I want to share you something. This is the 4th Sunday on my holiday and my 3rd Sunday as a teacher. What? Teacher? Guru? Yessss, guru. *oke, saya permisi ganti bahasa dulu ya* Guru sekolah Minggu lebih tepatnya. Tapi mungkin belum bisa dikatakan guru juga, mengingat saya belum ditahbiskan sebagai guru sekolah Minggu di gereja saya. Kapasitas saya baru sekedar membantu Kakak saya yang adalah guru sekolah Minggu sejak dia duduk di bangku SMA. Whaaat? SMA? Yes, saya selalu kagum dengan loyalitasnya dalam pelayanan. Terkadang saya berpikir kalau saya dari SMA sudah mengajar sekolah Minggu, mungkin banyak orang tua dari anak-anak sekolah Minggu yang protes karena anaknya suka saya marahin. Ya, saya memang agak sensitive sama anak kecil. Mungkin karena saya anak bungsu dan terbiasa jadi anak-paling-kecil-yang-ditimang-timang-muluk, saya ga suka dengan keberadaan anak kecil yang lebih kecil dari saya (oke, berasa ‘kecil’ sekali saya ini). Tapi kalau lihat anak kecil mulai dari bayi sampai balita saya suka, mungkin karena masih lucu-lucunya kali ya, suka saya ciumin dan unyel-unyel sampai tidak bisa bernapas. Kalau yang sudah mulai besar, errrr, jangan harap bisa dapat perhatian dari saya. Saya ingat dulu sepupu saya yang selalu saya bikin nangis gara-gara saya ga suka dia nyentuh barang saya, main mainannya saya, sampai dapat perhatian dari orang tua saya. Saya ga suka. Titik. Oke, kalian mungkin menganggapnya berlebihan, tapi ini kenyataan.
Nah, sifat saya ini cenderung jadi sifat permanen saya menginjak usia belasan (oke, sekarang juga masih belasan kok). Hal ini pula yang membuat saya selalu menolak ajakan Kakak untuk ikut dia mengajar sekolah Minggu sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Ada saja alasan saya untuk menolak ajakannya, muali dari males bangun pagi-pagi lah, takut anak-anaknya pada takut lah karena saya marahin, takut ntar saya cubitin lah anak-anaknya, ya, pokoknya 'Mencari Sebab Serta Mencari Alasan' lah judulnya. Sampai pada suatu hari, tepatnya 3 minggu yang lalu saya meng-iya-kan ajakan Kakak saya. Sebenarnya 4 minggu yang lalu, tapi lagi-lagi saya tidak bisa ikut karena telat bangun (benar, kali ini bukan 'alasan'). Kenapa tiba-tiba saya mau? Ntah lah, saya menganggap anak kecil bukan lagi suatu kebencian, karena saya toh dulunya pernah kecil dan nanti suatu saat bila menikah punya anak dan nantinya akan menjadi anak kecil juga, bukan? Saya meyakini segala sesuatu yang Tuhan kehendaki ada di dunia ini adalah untuk mendatangkan kebaikan, bahkan anak kecil sekalipun.
Akhirnya, sampai juga di moment saya memulai hari pertama saya menemani Kakak saya mengajar sekolah Minggu. Mungkin ada yang belum tau sekolah Minggu itu apa, ya mungkin bahasa simpelnya 'gereja untuk anak kecil'. Anak kecil di sini adalah usia batita/balita samapi dengan sekolah SD kelas 6 yang tergabung dalam Pelayanan Kategorian Pelayanan Anak (PelKat PA). Nah, PA ini dibagi lagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas TK (batita/balita s/d kelas 1 SD), kelas kecil (kelas 1 s/d 3 SD), dan kelas tanggung (kelas 4 s/d 6 SD). Nah, Kakak saya adaah guru sekolah Minggu untuk kelas TK. Jujur saya sempat takut dengan respon anak-anak yang akan saya hadapi. Saya takut anak-anaknya tidak bisa menerima saya lah, saya takut crunchy lah, hmmm ya kemungkinan-kemungkinan yang tidak menyenangkan terus terngiang di benak saya dan buru-buru saya menghapusnya dari otak saya. Kenapa saya harus khawatir? Ada Tuhan di samping saya, saya mau dibimbing olehnya dan saya yakin Tuhan mampukan saya. Saya bisa melewati semuanya bukan karena kekuatan saya, tapi karena Roh Kudus yang bekerja di dalam saya. Saya mau jadi 'sarung tangan Tuhan' dan saya biarkan tangan Tuhan bekerja di dalamNya.
Saya memulai pekerjaan saya sebagai 'sarung tanganNya'. Saya benar-benar menikmati alur yang terjadi di dalamnya, memperhatikan dengan seksama yang Kakak saya lakukan dalam mengajar sekolah Minggu,, bertugas sebagai pemain krecekan yang handal, bernyanyi bersama anak-anak kecil yang begitu polosnya mesti terkadang harus butuh kesabaran melihat mereka yang sulit diatur. Semua begitu menyenangkan. Terkikih-kikih melihat tingkah polosnya mereka saat ditanya,"Siapa tadi yang ga berdoa?" Lantas salah satu diantara mereka langsung menunjuk temannya yang lain sambil berkata,"Dia Kak, dia ga berdoa." Lalu Kakak saya bertanya kembali,"Loh, Chris (ya, nama anak bandel itu Chris) kok tau? Berarti Chris ga berdoa ya tadi?" Lalu anak itu hanya terdiam sambil mengangguk pelan. Bagaimana mungkin saya hanya terdiam menyaksikan kejadian itu? Menggemaskan. Melihat mereka begitu bersemangat ketika menyanyikan lagu-lagu ceria dengan gerakan-gerakan yang membuat saya ingin memdaratkan tangan ke pipi mereka satu persatu (bukan, bukan tampar. Dicubit maksudnya). Ada 1 lagu yang saya ketahui dari kampus yang menurut saya sangat pas bila diajarkan kepada adik-adik sekolah Minggu saya. Ini lagunya:
Firman Tuhan ada di hatiku
ada di langkahku.. ada di hidupku
dan terus bertumbuh.. sinari jiwaku..
berbuah, berbuah..
berbuah, berbuah..
uuuuu... uuuu...uuuu...uuuu...
Lagu yang simpel, tapi langsung melekat di otak saya saat pertama kali saya mendengarnya. Lagu yang 'anak sekolah Minggu banget'. Apalagi disertai gerakan-gerakan lucu untuk menggambarkan liriknya. Dan ketika lagu ini saya ajarkan pada adik-adik itu, terlihat ekspresi mereka dengan mulut komat-kamit hanya mengikuti bagian ujung-ujung lagunya saja. Lucuuu, benar-bear lucu. Saya teringat pertama kali mendengar lagu ini pun saya tidak pernah berhenti tertawa, dan sampai sekarang pun demikian. Menyanyikan lagu ini selalu membuat hati saya penuh sukacita :)
Saya senang dengan anak kecil. Ya, saya senang dan saya tidak membenci anak kecil sedikit pun. Ketika melihat ada anak kecil (bukan balita, umur 8 tahun ke atas), reaksi saya bukan lagi menatap mereka dengan sinis dan memalingkan wajah di detik berikutnya. Yang saya lakukan adalah...tersenyum! Saya tersenyum melihat anak kecil. Bukan, bukan senyum palsu, saya menyadari senyum tersebut disertai dengan perasaan yang tidak membenci pula. Saya tidak lagi membenci anak kecil. Saya suka anak kecil. Saya tau ini bukan usaha saya, tapi Tuhan yang bukakan hati saya. Ia tidak membiarkan rasa benci itu terus bersarang di hati saya. Bapa telah pulihkan saya.
Saya senang dengan cara Tuhan membentuk saya. Membiarkan rasa benci itu ada sesaat, namun tidak Dia biarkan bersarang selama-lamanya. Tuhan tau kapan waktu yang tepat untuk memulihkan keadaan saya. Mungkin memang bukan 5 tahun yang lalu, saat pertama kali Kakak saya meminta saya untuk menemaninya mengajar sekolah Minggu. Saya sadar saat itu saya masih mengeraskan hati saya, membiarkan rasa benci itu terus hinggap di hati saya. Tapi Tuhan tidak tinggal diam. Mungkin Kakak saya harus menunggu 5 tahun untuk saya mau mengajar sekolah Minggu. Tapi kapanpun itu waktunya, saya meyakini waktu Tuhan tidak mengenal kata terlambat. Saya bersyukur untukk waktunya Tuhan yang baik :)
Selamat hari Minggu, kesayangan-kesayangan Allah! <3
Friday, July 20, 2012
Holy-day and Lady in Waiting
Hello, darling! I'm back again and this is still my post about holy-day moment. You know, I can't believe this holiday is almost over? Why? Because I have to go back to Bandung at August 1st *sigh*. Why? Is it because I have to back to college? No! Colleging will be started at August 27th (Let's say 'Why?', again). Why? Because of 'Weekend Pengurus PMK'. Whaaaaaat? Yes, Weekend Pengurus PMK will be held on 2nd, 3rd, and 4th of August. Okay, never mind! There are another times to stay at home, rite? :)
My current book:
I have known this book about two years ago since I entered to the college. But I have bought it about 6 months ago and started to read this book about 3 days ago. Hahahaha, too bad? Noooo, I believe there's no 'late' for knowing good things :)
My current book:
I have known this book about two years ago since I entered to the college. But I have bought it about 6 months ago and started to read this book about 3 days ago. Hahahaha, too bad? Noooo, I believe there's no 'late' for knowing good things :)
Friday, July 13, 2012
Holy-short
Hello holy-day! Hello chillax-day! I'm currently in Batam until August 1st. Say 'Yay' to holiday?!!! YAY!
PS: Finally, I got my hair short! Hahahah noooo, it's not 'buang sial' in Indonesia tradition. I just got bored having long hair and tired saw my hairs are full of branches at the lower. Huuuu. What do you think? Prettier? Thankyou! :p
Friday, June 08, 2012
:')
Final exam was started at the early of June. I've passed 5 lectures on final exam till now. Honestly I've done all the examinations with no good mark at the end (I bet). June was my saddest month of the year, I think. I've done so many failures and I got my lowest point right now :(
How could? Yeah, everything is impossible to be happened, right?
I spent my (almost) 24 hours a day just for doing nothing, I messed my study's schedule for doing such a lazy activities. God, I feel so sorry :(
I'm crying out loud. Sorry, I can't keep my tears anymore. This is the song that I hear during my tears are falling down..
Saya teringat Persekutuan Doa (PD) yang berlangsung tadi sore, kebetulan membahas mengenai 'Integritas' berkaitan dengan ujian akhir semester yang sedang berlangsung. Dan lebih kebetulan lagi saya yang memimpin PD tadi. Saat mempersiapkan bahan, jujur, ada kegelisahan dalam diri saya. Saya merasa belum memiliki 'integritas' itu. Integritas di sini bukan dalam hal tidak jujur (mencontek), tapi saya merasa segala hal yang baik itu hanya sebatas pikiran saya, artinya saya tidak menjalankan apa yang berkenan bagiNya.
Misalnya, saya tau kalau tidur larut malam (menjelang pagi, malah) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya. Saya tau SKS (Sistem Kebut Semalam) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya dengan alasan belajar under pressure itu lebih 'masuk otak'. Cukup merenung saat mempersiapkan untuk memimpin PD tadi, dan cukup 'tertampar' karena gaya hidup saya yang masih belum mencerminkan integritas yang sesungguhnya itu.
Dan hasilnya pun terlihat, saya merasa tidak maksimal dalam ujian saya kali ini. Saya tau, ini sepenuhnya salah saya. Tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan sering melakukan hal yang sia-sia. Tapi, ada 1 ayat yang cukup menguatkan dan tidak membuat saya benar-benar tergeletak dalam kejatuhan saya.
Segala sesuatunya mendatangkan kebaikan. termasuk nilai saya yang jelek ini bukan? Bukan berarti saya membela nilai saya yang jelek, tapi dengan nilai jelek saya ini saya mendapat banyak pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. :)
How could? Yeah, everything is impossible to be happened, right?
I spent my (almost) 24 hours a day just for doing nothing, I messed my study's schedule for doing such a lazy activities. God, I feel so sorry :(
I'm crying out loud. Sorry, I can't keep my tears anymore. This is the song that I hear during my tears are falling down..
Hati yang Hancur (Franky Sihombing)
Hati yang hancur penuh penyesalan
Engkau berkenan
Engkau berkenan
KebenaranMu dalam hidupku
Hati yang hancur Engkau berkenan
Allahku hatiku rindu
Kurindu kepadaMu
Kub'rikan seluruh hidupku
Pakailah 'tuk rencanaMu
Pakailah 'tuk rencanaMu
Pakailah 'tuk rencanaMu
Saya teringat Persekutuan Doa (PD) yang berlangsung tadi sore, kebetulan membahas mengenai 'Integritas' berkaitan dengan ujian akhir semester yang sedang berlangsung. Dan lebih kebetulan lagi saya yang memimpin PD tadi. Saat mempersiapkan bahan, jujur, ada kegelisahan dalam diri saya. Saya merasa belum memiliki 'integritas' itu. Integritas di sini bukan dalam hal tidak jujur (mencontek), tapi saya merasa segala hal yang baik itu hanya sebatas pikiran saya, artinya saya tidak menjalankan apa yang berkenan bagiNya.
Misalnya, saya tau kalau tidur larut malam (menjelang pagi, malah) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya. Saya tau SKS (Sistem Kebut Semalam) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya dengan alasan belajar under pressure itu lebih 'masuk otak'. Cukup merenung saat mempersiapkan untuk memimpin PD tadi, dan cukup 'tertampar' karena gaya hidup saya yang masih belum mencerminkan integritas yang sesungguhnya itu.
Dan hasilnya pun terlihat, saya merasa tidak maksimal dalam ujian saya kali ini. Saya tau, ini sepenuhnya salah saya. Tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan sering melakukan hal yang sia-sia. Tapi, ada 1 ayat yang cukup menguatkan dan tidak membuat saya benar-benar tergeletak dalam kejatuhan saya.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)
Monday, May 21, 2012
First of all..
New blog (again!). I don't know how much blogs that have been created by me because my bad habbit (if you bet that I forgot my password, you're right). Yes, I (always) forgot my blog(s)'s password :(
I wish this blog would be my last blog so I can explore anything about my life on this blog. Here I am, Diana Beatrick Anastasya Malau ;p
I wish this blog would be my last blog so I can explore anything about my life on this blog. Here I am, Diana Beatrick Anastasya Malau ;p
Subscribe to:
Comments (Atom)
