Tuesday, June 16, 2015

Wisuda?

Jadi ceritanya iseng-iseng buka blog, pengen lihat sudah sebanyak apa sarang laba-laba di blog ini. Ternyata bukan sarang laba-laba lagi yang muncul, bahkan sudah berhantu...hiiiii. Oke ini lebay. Hmmm..jadi sebenarnya pengen nulis lagi setelah melihat post terakhirku adalah bulan Juni tahun 2014. OMG! Time flies atau memang akunya yang masa bodoh sama ini blog? *kemudian merenung di pojokan*

*setelah merenung selesai*

Hmmm... sampai mana tadi? Oh ya, maafkan aku ya blog sudah menelantarkanmu karena aku memang suka moody-an. Gaya aja awal-awal pengen,"Wah, pengen nge-blog ah habisnya aku nge-fans banget sama Diana Rikasari!", tapi apa daya meski pun nama depan kami berdua sama tetap saja Diana yang ini sama Diana yang itu beda jauh. Yang pasti Diana yang itu konsisten nge-blog, aku pun konsisten kok...males-malesannya.

Oke lah untuk mengurangi rasa males, aku mulai aja ya tujuanku sebenarnya. Sebenarnya aku pengen nulis kelanjutan dari blog post aku yang terakhir. Iya, yang soal galau-galauan karena skripsi. Lho, kan sudah setahun yang lalu kok masih ada kelanjutannya? Skripsinya belum selesai toh? Eits, enak aja. Ariel aja bilang,"Tak ada yang abadi...", begitu pun dengan skripsiku. Hehehehe. Jangankan skripsi, wong wisuda juga sudah kok. Hehe. Nah, soal wisudalah yang mau aku ceritakan.

Sebenarnya soal wisuda juga bukan hal yang bikin aku excited atau apalah itu. Karena kelamaan nunggunya, men! Aku lulus bulan September 2014, sedangkan wisuda tanggal 7 Maret 2015. Yak, hampir setengah tahun nunggu wisuda doang! Ya sebenarnya gak begitu kerasa juga karena sibuk jadi job seeker, ya kali 5 bulan nunggu-nunggu doang ga ada kerjaan lain. 

Menjelang wisuda yang semakin dekat, barulah muncul ke-excited-an-ku (bahasa apa ini?). Excited jahit kebaya, hunting studio foto yang kece buat foto keluarga, cari-cari tiket murah karena Batam-Bandung ga mungkin jalan kaki, bukan? Sibuk cari-cari penginapan, dll dll sampai capek sendiri. Padahal kalau dipikir-dipikir untuk apa wisuda ribet-ribet? Toh itu hanya celebration, yang jauh lebih ribet adalah mencari pekerjaan :(

Oke, lupakan soal ribetnya mencari pekerjaan yang tak kunjung dapat, kayaknya lebih seru kalau flashback lagi momen wisuda 3 bulan yang lalu. Hehe.

Wisuda tanggal 7 Maret 2015, tapi aku sudah di Bandung tanggal 16 Februari untuk keperluan tanda tangan ijazah. So, 2 minggu adalah waktu yang cukup lama untuk senang-senang di Bandung sebelum akhirnya kembali lagi ke Batam *pasang lagu Raisa - LDR*. Bisa dibilang kerjaan di Bandung cuma makan-nonton-jalan, repreat. Sampai akhirnya niatan kurus untuk wisuda harus ambyar karena berat badan naik. Huhu. Ya sudahlah, untung kebayanya masih muat. Muat dikit. Banyakan ga muatnya. Huft.

Ngomong-ngomong soal kebaya, sebenarnya aku juga ga mau pakai kebaya yang benar-benar kebaya (apa ya istilahnya?), maklum anaknya grasak-grusuk takut ga betah mengingat wisuda bisa sampai berjam-jam. Nah jadi bikinnya lebih ke modern kebaya gitu, terus bawahannya pakai kain lilit aja. Simpel bukan? Jadi masih bisa lari-lari dan jejingkrakan gitu..lah ini mau wisudaan apa mau akrobatik? *abaikan*

Lalu make-up & hair-do. Tidaklah afdol jikalau kostum udah oke tapi muka bare-faced. Tadinya mau sok-sok dendong sendiri, tapi gara-gara bingung mau beli brush apa (alasan macam apa ini) akhirnya kuputuskan pakai jasa make-up arteeeeisss kondang supaya akunya juga ikut kondang. Setelah research sana sini akhirnya pakai jasa Nayah_MUA yang tangannya super duper ajaib karena wajahku yang sudah cantik disulap jadi luar biasa. Untuk make-up puas sekali meskipun rambut agak kurang puas karena menurutku agak kurang rapi. But overall recommended sekali untuk make-up di Nayah_MUA.

Lanjut topoto. Aku pilih Jonas Photo karena sudah terkenal seantero Bandung dan sekitarnya. Harga memang agak pricey dibanding studio yang lain (kecuali dibandingkan dengan studio photo di Batam, jauh mahalan di Batam huhu) dan hasilnya ga perlu diragukan lagi. Service-nya juga oke ngeladenin permintaan buat ngirim fotonya ke Batam. Iya, foto yang udah dibingkai gede itu dikirim ke Batam karena baru jadi sekitar 2 minggu, ya udah ga di Bandung lagi dong kita sekeluarga. Fotonya pun sampai di rumah tepat 2 minggu kemudian, pakai packaging kayu jadi aman dan sama sekali ga lecet.

Begitulah kira-kira gambaran kehebohan wisudaku tanggal 7 Maret yang lalu. Sebenarnya ga heboh-heboh banget sih, but Thank God aku sudah boleh merasakan wisuda. Sudah boleh merasakan bagaimana maju ke depan dan salaman dengan rektor sebagai lulusan cumlaude. Hehehe. Berakhir sudah euphoria wisuda, dan sekali lagi menyadarkanku kalau ini bukan akhir dari segalanya. Wisuda bukan akhir dari perjuangan, mentang-mentang udah ga jadi mahasiwa lagi, tapi sebuah awal yang baru untuk perjuangan selanjutnya. Ya, akhir kata dari saya yang masih menganggur ini, selamat berjuang! :)