How could? Yeah, everything is impossible to be happened, right?
I spent my (almost) 24 hours a day just for doing nothing, I messed my study's schedule for doing such a lazy activities. God, I feel so sorry :(
I'm crying out loud. Sorry, I can't keep my tears anymore. This is the song that I hear during my tears are falling down..
Hati yang Hancur (Franky Sihombing)
Hati yang hancur penuh penyesalan
Engkau berkenan
Engkau berkenan
KebenaranMu dalam hidupku
Hati yang hancur Engkau berkenan
Allahku hatiku rindu
Kurindu kepadaMu
Kub'rikan seluruh hidupku
Pakailah 'tuk rencanaMu
Pakailah 'tuk rencanaMu
Pakailah 'tuk rencanaMu
Saya teringat Persekutuan Doa (PD) yang berlangsung tadi sore, kebetulan membahas mengenai 'Integritas' berkaitan dengan ujian akhir semester yang sedang berlangsung. Dan lebih kebetulan lagi saya yang memimpin PD tadi. Saat mempersiapkan bahan, jujur, ada kegelisahan dalam diri saya. Saya merasa belum memiliki 'integritas' itu. Integritas di sini bukan dalam hal tidak jujur (mencontek), tapi saya merasa segala hal yang baik itu hanya sebatas pikiran saya, artinya saya tidak menjalankan apa yang berkenan bagiNya.
Misalnya, saya tau kalau tidur larut malam (menjelang pagi, malah) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya. Saya tau SKS (Sistem Kebut Semalam) itu tidak baik, tapi saya tetap melakukannya dengan alasan belajar under pressure itu lebih 'masuk otak'. Cukup merenung saat mempersiapkan untuk memimpin PD tadi, dan cukup 'tertampar' karena gaya hidup saya yang masih belum mencerminkan integritas yang sesungguhnya itu.
Dan hasilnya pun terlihat, saya merasa tidak maksimal dalam ujian saya kali ini. Saya tau, ini sepenuhnya salah saya. Tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan sering melakukan hal yang sia-sia. Tapi, ada 1 ayat yang cukup menguatkan dan tidak membuat saya benar-benar tergeletak dalam kejatuhan saya.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(Roma 8:28)